Tata Cara Sholat Kaifiyat Sholat yang Wajib Diketahui !

KAIFIYAT SHALAT



1.Shalat Sendirian

 1)Berdiri tegak menghadap kiblat, melihat tempat sujud, basmalah dan ni’at, mengangkat tangan dan takbiratul-ihram.

“Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “apabila kamu akan mendirikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap kiblat, kemudian bertakbirlah” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)

“Dari Abi Hurairah RA, ia berkata: “Adalah Nabi SAW bila ia berdiri untuk shalat beliau mengangkat kedua tangannya dengan panjang” (HR. Jama’ah kecuali Ibnu Majah)

“Dari Wail bin Hujr, bahwa ia pernah melihat Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan takbir.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

“Dari ‘Umar, ia berkata: “Apabila Rasulullah SAW berdiri untuk shalat beliau mengangkat kedua tangnnya sehingga jadilah keduanya sejajar dengan pundaknya kemudian bertakbir, dan apabila hendak ruku beliau mengangkat keduanya seperti itu, dan ketika mengangkat kepalanya dari ruku beliau angkat seperti itu juga, sambil mengucapkan sami’allaahu liman hamidah rabbana lakal hamdu” (Muttafaq ‘alaih)

“Dan bagi Muslim dari Malik bin Huwairits seperti hadits Ibnu ‘Umar, tetapi ia mengatakan” sehingga beliau mensejajarkan kedua tangannya dengan ujung kedua telinganya”

“Dari Jabir bin Samurah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah orang-orang berhenti daripada mengadahkan pandangan mereka ke langit ketika shalat, atau tidak dikembalikan (pandangan itu) kepada mereka” (HR. Muslim)

“Adalah Rasulullah SAW apabila shalat beliau menundukan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tanah” (HR. Baihaqi, Hakim, dan Ibnu ‘Asakir)

“Dari ‘Aisyah, ia berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang berpaling muka dalam shalat, beliau bersabda: itu adalah suatu copetan, setan mencopet (kekhusyuan)nya dari shalat seseorang. (HR. Bukhari)


Kesimpulan:
  1.Memulai shalat adalah dengan berdiri tegak menghadap kiblat (bagi yang mampu), melihat tempat sujud, dan tidak menoleh ke kanan dan ke kiri, kemudian ni’at dalam hati.
  2.Setelah itu langsung mengangkat kedua tangan dengan mengucap Allahu Akbar, ujung jari-jarinya boleh sejajar dengan pundak, boleh juga sejajar dengan ujung telinga bawah. Laki-laki dan dan perempuan sama.
  3.Tidak ada haditsyang menerangkan bagaimana cara kedua tangan saat takbiratul ihram; apakah merapatkan jari-jari atau membukanya. Dalam prakteknya dapat mengambil tengah-tengah antara merapatkan dan membuka.

2)   Meletakan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada

“Dari Wail bin Hujr RA, ia berkata: “Aku pernah shalat bersama Nabi SAW, maka beliau meletakan tangan kanannya di atas tangan kirinya di dadanya” (HR. Ibnu Huzaimah dan Abu Dawud)

“Dari abi Hazim dari Sahl bin Sa’ad, ia berkata: Adalah manusia diperintah supaya meletakan tangan kanannya di atas hasta lengan kirinya ketika shalat” (HR. Ahmad dan Bukhari)

“Adalah beliau meletakan (tangan) yang kanan di atas punggung telapak tangannya yang kiri, pergelangan dan hasta” (HR. Abu Dawud dan Nasa-i dari Ibnu Huzaimah dengan sanad yang shahih)

“Adalah beliau kadang-kadang menggenggamkan tangan kanannya pada tangan kirinya” (HR. Nasa-i dan Daruquthni)

Kesimpulan:

Setelah mengangkat tangan dan takbiratul-ihram. Letakan tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri/pergelangan/hasta secara lurus dan boleh juga menggenggamnya. Semua diletakan di atas dada.

3)Membaca do’a iftitah:

“Dari Abi Hurairah, ia berkata: adalah Rasulullah SAW bila telah bertakbir untuk shalat beliau berhenti sejenak sebelum membaca (Fatihah), maka saya bertanya kepadanya, ia menjawab: “Saya membaca Allahuma baa’id bainii ...wal barod (Ya Allah jauhkan antaraku dan kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotor. Ya Allah cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, es dan salju). (Muttafaq ‘alaih)

“Dari ‘Ali bin Abi Thalib dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau apabila berdiri dalam shalat beliau membaca Wajjahtu wajhiya...waatubu ilaika (saya hadapkan wajahku dengan tulus dan pasrah dan saya bukan dari orang-orang musyrik, sesungguhnya shalatku, semua ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata karen Allah Pencipta alam semesta yang tidak ada sekutu bagi-Nya, demikianlah saya diperintah dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri. Ya Allah Engkaulah Penguasa yang tiada ilah kecuali Engkau, Engkau Penciptaku dan saya adalah hamba-Mu. Saya telah mendzalimi diri sendiri dan saya mengakui dosaku, maka ampunilah dosa-dosaku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Berilah saya petunjuk untuk mendapatkan akhlaq yang terbaik, tidak ada yang dapat memberi petunjuk untuk mendapatkan akhlaq yang terbaik kecuali Engkau, dan hindarkalah akhlaq yang jelek dari diri saya, tidak ayang dapat menghindarkan akhlaq yang jelek dari saya kecuali Engkau. Saya siap taat kepada-Mu dan siap menolong agama-Mu. Aku akan selalu memohon kepadaMu dan kembali kepada-Mu. Maha suci Engkau dan maha tinggi, saya mohon ampun kepada-Mu dan kembali kepada-Mu (HR Muslim) dan pada riwayat lain baginya “Sesungguhnya doa itu pada shalat malam.”


Penjelasan:
Doa iftitah itu bermacam-macam, hanya yang paling kuat keshahihan haditsnya ada dua do’a di atas. Oleh karena itu kita boleh memeilih di antara dua itu.

4)Membaca Ta’awwudz

Allah berfirman: “Apabila kamu akan membaca Al-Qur’an hendaklah kamu memohon perlindungan kepada Allah dari (gangguan) setan yang terkutuk” (An Nahl:98)

Dari Abi Sa’id Al Khudry yang haditsnya marfu’ menurut Imam yang lima: “Adalah beliau (Nabi SAW) setelah takbir membaca (ketika hendak membaca Al-Fatihah) A’udzu billahi...Wanafsihi (aku berlindung kepada Allah yang maha mendengar dan maha tahu dari godaan setan yang terkutuk, yakni dari ghibahnya kesombongannya dan ludahnya)

Kesimpulan:
Membaca ta’awwudz dengan sir seperti do’a iftitah dan basmalah, karena awal bacaan shalat Rasul yang jahr adalah Alhamdulillahiroobil’alamin.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tata Cara Sholat Kaifiyat Sholat yang Wajib Diketahui ! "

Post a Comment